CS ONLINE MOBIL SUZUKI SURABAYA

INFO HARGA DAN PRODUK TERBARU MOBIL SUZUKI │PENJUALAN MOBIL SUZUKI CASH DAN KREDIT │INFO PROMO DISKON BONUS DAN ANGSURAN │UNIT READY STOCK DAN PESAN INDENT │DEALER UMC DAN BIT (INDOMOBIL GROUP) SURABAYA│HARGA SUZUKI MOBIL MENGHARGAI KEBUTUHAN ANDA

Pilih Mana Isi Ban Pakai Angin Biasa Atau Nitrogen?│Tips Mobil

Belakangan ini jasa pengisian nitrogen pada ban terus menjamur. Salah satunya di Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) di beberapa wilayah di Indonesia khususnya di Jakarta dan sekitarnya.

Para pengguna kendaraan baik roda dua maupun roda empat sudah banyak yang mengetahui manfaat dari menggunakan nitrogen ketimbang angin biasa.

Salah satu manfaat ban diisi nitrogen yakni, nitrogen tidak cepat panas karena memiliki jumlah molekul lebih besar sehingga tidak mudah kempes dan panas.

Untuk Otolovers, Novi Gestia selaku Kepala Toko Planet Ban yang berada di Kawasan Industri Pulo Gadung Jalan Pulo Buaran No.4, Jakarta Timur, mencoba memaparkan keunggulan menggunakan nitrogen dibanding angin biasa.

Menurutnya, jika ban menggunakan nitrogen bantingannya suspensi terasa lebih lembut, dibandingkan dengan isi angin biasa.

Ini dikarenakan gas nitrogen dapat menjaga elastisitas ban sehingga kelenturan karet semakin terjaga.

Ketika disimpan lama, sebaiknya ban jangan langsung menempel ke lantai
Pakai nitrogen sebagai pengganti angin ban, mungkin solusi baik agar ban lebih awet dan mendapat kenyamanan berkendara. Ada beberapa nilai plus penggunaan nitrogen.

“Gas nitrogen itu dapat menutup pori-pori karet ban dengan baik. Ini menjadikan tekanan ban bertahan lama. Tapi jika tidak digunakan beberapa hari dan motor disimpan dilantai maka tekanan udaranya akan cepat menurun,” kata wanita yang akrab disapa Novi kepada detikOto.

Menurutnya, jika motor didiamkan beberapa hari, gas nitrogen didalam ban tersebut akan cepat keluar karena pengaruh udara diluar yang lebih dingin dan akibat grafitasi.

“Sebaiknya kalau motor di parkir di rumah dan tidak akan digunakan untuk beberapa hari ada baiknya menggunakan standar 2 atau bagian ban diganjal dengan kardus. Itu agar tidak berhubungan langsung dengan lantai,” tambahnya.

Lebih lanjut, untuk yang baru pertama menggunakan nitrogen, tekanan angin pada ban akan lebih cepat berkurang karena mungkin masih ada tekanan oksigen di dalam ban dipengisian kedua baru akan terasa normal. Ada baiknya Anda melakukan pengecekan minimal 2 minggu sekali jika baru pertama menggunakan nitrogen.

Sedangkan untuk ban yang berisi angin biasa memiliki molekuk kecil sehingga cepat panas dan mudah membuat karat pada lapisan kawat baja yang terdapat dalam ban. Itu terjadi karena angin biasa terdiri dari senyama oksigen dan air.

Nah, jadi terserah Otolovers semuanya mau pilih yang mana, mengisi ban dengan angin biasa atau nitrogen? Tapi hati-hati jika mengisi nitrogen, sebab mulai banyak berkeliaran nitrogen oplosan. Ada baiknya Otolovers semuanya mengisi di tempat yang terpercaya.

berbagi dari : otolovers

%d blogger menyukai ini: